A relai kelebihan beban termal adalah perangkat perlindungan motor yang trip ketika arus motor tetap terlalu tinggi dalam waktu yang terlalu lama. Perangkat ini dirancang untuk melindungi motor dari panas berlebih akibat beban berlebih (overload), bukan dari gangguan hubung singkat (short-circuit).
Dalam satu kalimat: thermal overload relay membuka sirkuit kontrol kontaktor ketika arus motor tetap berada di atas nilai yang ditetapkan cukup lama hingga menimbulkan risiko panas berlebih.
Pada starter motor standar, kontaktor berfungsi menyalakan dan mematikan motor, sementara thermal overload relay memantau arus motor dan membuka sirkuit kontrol jika motor mengalami beban berlebih. Hal ini mencegah motor terus beroperasi di bawah tekanan termal yang merusak.
Poin kuncinya sederhana: thermal overload relay melindungi terhadap arus beban berlebih yang berkelanjutan; sekering, MCB, MCCB, atau MPCB tetap diperlukan untuk perlindungan hubung singkat.
Hal-hal Penting yang Dapat Dipetik
- Thermal overload relay melindungi motor dari panas berlebih yang disebabkan oleh beban berlebih, rotor terkunci, waktu start yang lama, atau arus lebih akibat kehilangan fase.
- Perangkat ini biasanya bekerja bersama kontaktor. Overload relay akan memutus sirkuit koil kontaktor melalui kontak overload yang tertutup secara normal (normally closed).
- Perangkat ini tidak menggantikan perlindungan hubung singkat. Anda tetap memerlukan sekering, pemutus arus (breaker), atau motor protection circuit breaker yang sesuai di sisi hulu.
- Pemilihan bergantung pada arus beban penuh motor, kelas trip, mode reset, sensitivitas terhadap kehilangan fase, pengaturan kontak, dan kompatibilitas kontaktor.
- Kontak output overload relay yang umum meliputi kontak trip normally closed untuk menghentikan kontaktor dan kontak bantu normally open untuk keperluan alarm atau sinyal.
Sekilas tentang Thermal Overload Relay
| Barang | Arti Praktis |
|---|---|
| Fungsi utama | Melindungi motor terhadap panas akibat beban berlebih yang berkelanjutan |
| Jenis perlindungan | Perlindungan termal dengan penundaan waktu (time-delay) |
| Instalasi tipikal | Di antara kontaktor dan motor, atau terintegrasi dengan rakitan starter motor |
| Pengaturan utama | Pengaturan arus disesuaikan dengan arus beban penuh motor |
| Kontak trip umum | Kontak NC memutus sirkuit koil kontaktor saat terjadi beban berlebih |
| Mode reset | Reset manual atau reset otomatis, tergantung pada aplikasi |
| Tidak dirancang untuk | Memutus arus hubung singkat secara mandiri |
| Konteks standar umum | Starter motor dan kontaktor umumnya ditangani berdasarkan standar IEC 60947-4-1 atau standar pasar terkait |
Cara Kerja Thermal Overload Relay
Thermal overload relay menggunakan panas yang dihasilkan oleh arus motor untuk mensimulasikan pemanasan motor. Ketika arus tetap berada di atas nilai yang ditetapkan cukup lama, relai akan trip.
Logika pengoperasian mengikuti perilaku termal motor:
- beban lebih kecil tidak boleh trip secara instan;
- beban lebih yang berkelanjutan harus trip setelah jeda waktu;
- beban lebih yang parah harus trip lebih cepat;
- arus start normal harus dapat ditoleransi jika berada dalam kelas trip dan profil start motor yang dipilih.
Inilah sebabnya mengapa thermal overload relay bukanlah perangkat instan. Perangkat ini memiliki karakteristik waktu terbalik (inverse-time): semakin tinggi arus beban lebih, semakin cepat waktu trip-nya.
Mengapa Thermal Overload Relay Trip Secara Perlahan
Thermal overload relay trip secara perlahan karena kerusakan motor biasanya disebabkan oleh panas yang terakumulasi seiring waktu, bukan oleh lonjakan arus sesaat. Motor mungkin menarik arus tinggi saat start, tetapi itu tidak berarti motor tersebut mengalami beban lebih (overload).
Oleh karena itu, relay menggunakan kurva tunda waktu (time-delay). Relay mengizinkan arus start normal untuk waktu yang terbatas, tetapi akan trip jika arus tetap berada di atas pengaturan cukup lama hingga menyebabkan motor mengalami panas berlebih. Inilah sebabnya mengapa kelas trip, waktu start, dan jenis beban motor sangat penting dalam pemilihan.
Prinsip Kerja Thermal Overload Relay Bimetal
Desain relai beban lebih termal yang paling umum menggunakan strip bimetal. Strip bimetal terbuat dari dua logam dengan tingkat ekspansi termal yang berbeda. Ketika arus memanaskan strip tersebut, strip akan melengkung. Jika lengkungan mencapai mekanisme trip, relai beban lebih akan membuka kontak trip.

Pada starter motor, kontak trip tersebut dihubungkan ke sirkuit koil kontaktor. Ketika kontak terbuka, kontaktor akan terputus dan memisahkan motor dari catu daya.
Memori termal mekanis ini berguna karena kerusakan motor berkaitan dengan panas dari waktu ke waktu, bukan hanya pada satu nilai arus tertentu.
Relai Beban Lebih Termal Paduan Leleh
Beberapa relai beban lebih menggunakan paduan leleh, juga disebut mekanisme paduan eutektik. Dalam desain ini, arus beban lebih memanaskan elemen hingga paduan yang terkalibrasi meleleh atau berubah wujud, yang memungkinkan mekanisme trip beroperasi.
Tujuannya tetap sama: mengubah arus lebih yang berkelanjutan menjadi trip tertunda yang mencerminkan pemanasan motor. Paduan eutektik menyediakan elemen termal terkalibrasi, sehingga relai trip hanya setelah kondisi beban lebih menghasilkan panas yang cukup.
Kontak Relai Beban Lebih Termal: NC, NO, dan Fungsi Kontak Beban Lebih

Sebagian besar relai beban lebih termal menyediakan setidaknya satu kontak trip. Pada banyak perangkat tipe IEC, konvensi umum yang digunakan adalah:
| Kontak | Penandaan Terminal Umum | Fungsi |
|---|---|---|
| Kontak trip normal tertutup | 95-96 | Terbuka saat relai beban lebih trip, memutus sirkuit koil kontaktor |
| Kontak sinyal normally open | 97-98 | Menutup saat relai trip, digunakan untuk alarm, input PLC, atau indikasi gangguan |
Penandaan dan rating kontak yang tepat harus diperiksa pada lembar data perangkat, namun logika kontrolnya biasanya sama: kontak overload NC menghentikan starter motor, dan kontak NO melaporkan kondisi overload.
Logika Tangga (Ladder Logic) Kontaktor Dasar dan Relai Overload Termal
L+ ──[ STOP NC ]──[ OL 95-96 NC ]──[ START NO ]──( Koil kontaktor KM )── N
Dalam diagram tangga standar, kontak overload NC ditempatkan secara seri dengan koil kontaktor. Saat relai overload trip, kontak 95-96 terbuka, koil kontaktor kehilangan daya, kontak utama terbuka, dan motor berhenti. Kontak NO 97-98, jika digunakan, dapat memberi sinyal ke lampu alarm atau input PLC.
Untuk pemilihan kontrol motor yang lengkap, lihat panduan VIOX tentang memilih kontaktor, relai overload, dan pemutus sirkuit (circuit breaker) untuk daya motor.
Apa yang dilindungi oleh Thermal Overload Relay?
Thermal overload relay terutama melindungi motor dari panas berlebih yang disebabkan oleh arus berlebih dalam jangka waktu tertentu.
| Kondisi | Bisakah Thermal Overload Relay membantu? | Catatan |
|---|---|---|
| Motor mengalami beban berlebih secara mekanis | Ya | Kasus penggunaan umum |
| Waktu start yang lama | Ya, jika kelas trip dipilih dengan benar | Kelas trip yang salah dapat menyebabkan trip yang tidak diinginkan (nuisance tripping) |
| Rotor terkunci (locked rotor) | Seringkali ya, sesuai dengan kemampuan relai | Perlindungan hubung singkat tetap diperlukan |
| Kehilangan fase / fase tunggal | Beberapa model menyediakan sensitivitas | Jangan berasumsi setiap model menangani kehilangan fase dengan cara yang sama |
| Korsleting | Tidak, tidak secara mandiri | Memerlukan sekering, MCB, MCCB, atau MPCB |
| Gangguan tanah | Tidak, tidak secara mandiri | Memerlukan perlindungan arus sisa atau gangguan tanah yang sesuai |
| Suhu belitan motor | Secara tidak langsung | Sensor termal bawaan memberikan perlindungan belitan yang lebih langsung |
Kompensasi Suhu Sekitar: Mengapa Suhu Kabinet Kontrol Itu Penting
Suhu kabinet kontrol dapat memengaruhi perilaku relai beban lebih termal (thermal overload relay). Di dalam selungkup yang panas, elemen bimetal mungkin sudah berada lebih dekat ke posisi trip sebelum arus motor meningkat. Hal ini dapat menyebabkan trip yang tidak diinginkan (nuisance tripping) di musim panas, di dekat pemanas, atau di dalam panel yang padat.
Relai beban lebih termal dengan kompensasi suhu sekitar menggunakan elemen bimetal kompensasi untuk mengurangi pengaruh suhu udara di sekitarnya. Elemen perlindungan tetap merespons panas dari arus motor, namun mekanisme kompensasi membantu menjaga titik trip agar lebih stabil saat suhu kabinet berubah.
Ini bukan berarti suhu sekitar dapat diabaikan. Pembuat panel tetap harus memeriksa ventilasi, kenaikan suhu selungkup, panas kontaktor, ukuran kabel, dan apakah rentang kompensasi suhu sekitar pada relai beban lebih sesuai dengan kondisi pemasangan.
Keuntungan dan Keterbatasan Relai Beban Lebih Termal
| Keuntungan | Mengapa Hal Ini Membantu |
|---|---|
| Perlindungan beban lebih motor sederhana | Mudah diaplikasikan pada starter motor berbasis kontaktor standar |
| Karakteristik tunda waktu (time-delay) | Lebih toleran terhadap arus start motor normal dibandingkan perangkat trip instan |
| Pengaturan arus yang dapat disesuaikan | Dapat disesuaikan dengan arus nameplate motor dalam rentang relay |
| Kontak bantu NC dan NO | Mendukung kontrol trip kontaktor dan sinyal alarm |
| Hemat biaya untuk banyak motor standar | Cocok untuk banyak pompa, kipas, kompresor, dan motor mesin |
| Keterbatasan | Mengapa Hal Ini Penting |
|---|---|
| Tidak memiliki proteksi hubung singkat dengan sendirinya | Harus dikoordinasikan dengan sekering, pemutus arus (breaker), atau MPCB |
| Diagnostik terbatas | Relai termal mekanis biasanya memberikan informasi gangguan yang lebih sedikit dibandingkan relai elektronik |
| Pemilihan bergantung pada kelas trip | Kelas trip yang salah dapat menyebabkan trip yang tidak diinginkan atau perlindungan yang kurang |
| Perlindungan kehilangan fase bervariasi tergantung model | Jangan berasumsi bahwa semua relai beban lebih termal mendeteksi kehilangan fase dengan cara yang sama |
| Suhu lingkungan dapat memengaruhi kinerja | Periksa apakah relai memiliki kompensasi suhu lingkungan untuk kondisi kabinet |
Relai Beban Lebih Termal vs Perlindungan Hubung Singkat
Relai beban lebih termal dan perangkat pelindung hubung singkat mengatasi masalah yang berbeda.
| Perangkat | Perlindungan Utama | Respons Tipikal | Apa yang Dilindungi |
|---|---|---|---|
| Relai beban lebih termal | Arus beban lebih berkelanjutan | Pemutusan termal tertunda | Motor dari panas berlebih |
| Fuse | Hubung singkat dan arus gangguan tinggi | Sangat cepat tergantung pada jenis sekering | Konduktor dan peralatan terhadap arus gangguan tinggi |
| MCB / MCCB | Beban lebih dan hubung singkat tergantung pada jenisnya | Pemutusan termal dan magnetik/elektronik | Penghantar sirkuit dan peralatan |
| MPCB | Perlindungan beban lebih dan hubung singkat motor tergantung pada desain | Perlindungan khusus motor | Sirkuit cabang motor |
Jangan gunakan relai beban lebih termal sebagai satu-satunya perangkat pelindung dalam sirkuit motor. Perangkat ini biasanya merupakan bagian dari starter motor terkoordinasi dengan perlindungan hubung singkat di sisi hulu.
Untuk terminologi gangguan yang lebih luas, lihat Beban Lebih vs Arus Lebih vs Hubung Singkat.
Koordinasi Tipe 1 vs Tipe 2 IEC 60947-4-1

Ketika relai beban lebih termal digunakan bersama kontaktor dan perangkat proteksi hubung singkat, insinyur juga perlu mempertimbangkan koordinasi starter. Dalam konteks IEC 60947-4-1, koordinasi Tipe 1 dan Tipe 2 menjelaskan kondisi starter yang diperbolehkan setelah pengujian hubung singkat.
| Tipe Koordinasi | Arti Praktis | Mengapa Hal Ini Penting |
|---|---|---|
| Koordinasi Tipe 1 | Starter tidak boleh menimbulkan bahaya, namun komponen mungkin memerlukan perbaikan atau penggantian setelah gangguan terjadi | Biaya lebih rendah, namun waktu henti (downtime) dan penggantian mungkin terjadi |
| Koordinasi Tipe 2 | Starter harus tetap layak digunakan setelah gangguan, dengan pengelasan kontak terbatas yang diperbolehkan dalam kondisi tertentu | Ketersediaan lebih tinggi dan lebih baik untuk mesin-mesin kritis |
Ini bukan peringkat yang disediakan oleh relai beban lebih (overload relay) saja. Peringkat ini bergantung pada kombinasi yang telah diuji antara kontaktor, relai beban lebih, dan perangkat pelindung hubung singkat di sisi hulu. Untuk panel OEM dan mesin industri, hanya menanyakan rentang arus relai beban lebih tidaklah cukup; kombinasi starter motor yang lengkap harus diperiksa.
Kelas Trip Relai Beban Lebih Termal: Kelas 10, Kelas 20, dan Kelas 30

Kelas trip menjelaskan seberapa cepat relai beban lebih melakukan trip di bawah kondisi pengujian beban lebih yang ditentukan. Kelas yang umum meliputi Kelas 10, Kelas 20, dan Kelas 30.
| Kelas Trip | Penggunaan Umum | Perhatian dalam Pemilihan |
|---|---|---|
| Kelas 10 | Motor standar dengan waktu start normal | Terlalu rendah untuk beban start berat dapat menyebabkan trip yang tidak diinginkan (nuisance trips) |
| Kelas 20 | Motor dengan waktu akselerasi yang lebih lama | Harus tetap melindungi motor dari panas berlebih |
| Kelas 30 | Aplikasi start berat dengan akselerasi panjang | Memerlukan koordinasi motor dan starter yang cermat |
Jangan memilih kelas trip yang lebih tinggi hanya untuk menghentikan trip yang mengganggu. Jika motor mengalami trip saat penyalaan, periksa arus start, waktu akselerasi, beban motor, tegangan suplai, beban mekanis, serta apakah starter dan relai beban lebih (overload relay) telah dipilih dengan benar.
Cara Memilih Relai Beban Lebih Termal (Thermal Overload Relay)
| Faktor pemilihan | What to Check | Mengapa Hal Ini Penting |
|---|---|---|
| Arus beban penuh motor (Full-load current) | Sesuaikan rentang pengaturan relai dengan arus pada pelat nama motor | Relai harus dapat disesuaikan dengan FLA motor yang sebenarnya |
| Kompatibilitas kontaktor | Kecocokan mekanis dan elektrikal dengan kontaktor | Banyak relai beban lebih dipasang langsung di bawah kontaktor yang sesuai |
| Kelas trip (trip class) | Kelas 10, 20, 30, atau kelas spesifik pabrikan | Harus sesuai dengan profil penyalaan motor |
| Sensitivitas terhadap kehilangan fase | Apakah relai mendeteksi panas yang tidak seimbang atau kehilangan fase | Penting untuk perlindungan motor tiga fase |
| Mode reset | Manual atau otomatis | Reset manual lebih aman untuk banyak mesin |
| Kontak tambahan | Kontak trip NC dan kontak alarm NO | Diperlukan untuk kontrol kontaktor dan pensinyalan |
| Kompensasi suhu sekitar | Apakah perubahan suhu memengaruhi perilaku trip | Berguna di dalam panel kontrol dan lingkungan yang hangat |
| Koordinasi dengan perangkat hubung singkat | Sekring, MCB, MCCB, atau MPCB | Mencegah pengaturan pemutusan gangguan yang tidak aman |
Untuk arsitektur starter motor, VIOX juga mencakup MCB + kontaktor + relai beban lebih vs MPCB + kontaktor.
Reset Manual vs Reset Otomatis
Relai beban lebih termal dapat mendukung reset manual, reset otomatis, atau keduanya tergantung pada modelnya.
| Mode Reset | Arti | Penggunaan Terbaik |
|---|---|---|
| Pengaturan ulang manual | Seseorang harus mereset relai setelah trip | Lebih aman untuk mesin di mana penyalaan ulang otomatis bisa berbahaya |
| Reset otomatis | Relai mereset setelah pendinginan | Hanya digunakan jika penyalaan ulang otomatis aman dan diperbolehkan |
Untuk mesin yang digerakkan motor, penyetelan ulang otomatis bisa berisiko. Jika motor menyala kembali secara tidak terduga setelah pendinginan, hal itu dapat menimbulkan bahaya mekanis atau bagi personel. Selalu ikuti persyaratan keselamatan mesin dan peraturan setempat.
Relai Beban Lebih Termal vs Pelindung Termal Motor Bawaan
Beberapa motor menyertakan perlindungan motor bawaan seperti sakelar termal, termistor, atau sensor suhu tertanam. Perangkat ini terpasang di dalam motor dan merespons lebih langsung terhadap suhu belitan atau suhu internal motor.
| Metode Perlindungan | Di Mana Perangkat Tersebut Ditempatkan | Apa yang Paling Baik Dideteksi oleh Perangkat Tersebut | Peran Umum |
|---|---|---|---|
| Relai beban lebih termal | Starter motor atau panel kontrol | Pemanasan motor terkait arus | Proteksi beban lebih eksternal dan kontrol trip kontaktor |
| Pelindung termal bawaan | Di dalam motor | Suhu belitan internal atau suhu motor | Proteksi suhu motor langsung |
| Termistor / sensor motor | Tertanam dalam belitan motor | Tren suhu belitan aktual | Digunakan dengan relai proteksi atau input penggerak (drive) |
Proteksi motor bawaan tidak secara otomatis menghilangkan kebutuhan akan proteksi sirkuit cabang atau koordinasi beban lebih starter. Dalam banyak sistem, proteksi motor internal dan proteksi beban lebih eksternal bekerja bersama.
Relai Beban Lebih Termal vs Relai Beban Lebih Elektronik
Relai beban lebih termal bersifat sederhana, tangguh, dan banyak digunakan. Relai beban lebih elektronik menggunakan sensor dan komponen elektronik untuk memantau arus serta dapat menawarkan fungsi proteksi yang lebih dapat disesuaikan.
| Fitur | Relai Kelebihan Beban Termal | Relai Beban Lebih Elektronik |
|---|---|---|
| Prinsip penginderaan | Bimetal termal atau paduan leleh | Penginderaan arus dan logika elektronik |
| Penyesuaian | Biasanya pengaturan arus sederhana | Seringkali memiliki pengaturan yang lebih luas dan presisi |
| Perlindungan kehilangan fase | Tergantung modelnya | Seringkali lebih kuat dan dapat dikonfigurasi |
| Diagnostik | Terbatas | Dapat mencakup alarm, memori trip, komunikasi, atau tampilan |
| Biaya | Biasanya lebih rendah | Biasanya lebih tinggi |
| Paling cocok | Aplikasi starter motor standar | Motor bernilai tinggi, peralatan proses, sistem dengan diagnostik intensif |
Jika motor bersifat kritikal, mahal, sulit diakses, atau merupakan bagian dari lini proses, perlindungan beban lebih elektronik mungkin dapat membenarkan biaya tambahan tersebut.
Relai Beban Lebih Termal vs Pemutus Arus Termal-Magnetik
Frasa relai beban lebih termal-magnetik sering digunakan secara longgar, namun bisa menyesatkan.
Relai beban lebih termal adalah perangkat perlindungan beban lebih motor. Pemutus arus termal-magnetik adalah pemutus sirkuit dengan elemen trip termal dan magnetik. Pemutus arus melindungi sirkuit terhadap beban lebih dan hubungan arus pendek, sementara relai beban lebih difokuskan pada perlindungan termal motor dan kontrol kontaktor.
Pada banyak sirkuit motor, keduanya diperlukan: perangkat pelindung hubungan arus pendek di sisi hulu dan relai beban lebih yang disesuaikan dengan motor.
Simbol Relai Beban Lebih Termal dan Catatan Diagram Pengabelan
Dalam gambar kelistrikan, relai beban lebih termal biasanya ditampilkan sebagai elemen perlindungan beban lebih yang terkait dengan starter motor. Kontak trip umumnya ditampilkan sebagai kontak bantu yang tertutup secara normal (normally closed) pada sirkuit koil kontaktor.
Saat membaca diagram starter motor, perhatikan hal-hal berikut:
- jalur daya relai beban lebih (overload relay) di antara kontaktor dan motor;
- kontak trip NC overload yang terhubung seri dengan koil kontaktor;
- kontak alarm NO jika terhubung ke PLC atau indikator;
- mode reset dan indikasi trip.
Inilah alasan mengapa relai beban lebih muncul di sirkuit daya maupun sirkuit kontrol: relai tersebut mendeteksi arus motor di jalur daya dan memutus sirkuit kontrol saat terjadi trip.
Pemecahan Masalah: Mengapa Relai Beban Lebih Termal Terus Mengalami Trip
Trip beban lebih termal yang berulang biasanya berarti motor mengalami panas berlebih, starter tidak sesuai dengan aplikasi, atau relai diatur dengan tidak tepat. Jangan hanya menaikkan pengaturan arus untuk menjaga produksi tetap berjalan.
| Gejala | Kemungkinan Penyebabnya | What to Check |
|---|---|---|
| Trip selama startup motor | Kelas trip terlalu rendah, waktu start terlalu lama, tegangan rendah, beban mekanis berat | Waktu akselerasi motor, tegangan suplai, inersia beban, kesesuaian Kelas 10 vs Kelas 20/30 |
| Trip setelah beroperasi selama beberapa menit | Beban berlebih mekanis, masalah bantalan (bearing), kipas tersumbat, beban berlebih pompa | Arus beban pada setiap fase, resistansi mekanis, aliran udara pendingin |
| Trip terutama saat cuaca panas | Kenaikan suhu kabinet atau ventilasi yang buruk | Suhu selungkup (enclosure), jarak antar komponen, panas kontaktor, kompensasi suhu sekitar |
| Trip pada satu motor tetapi tidak pada motor lainnya | Pengaturan arus atau rentang relai salah | FLA pelat nama motor, pengaturan dial relai, rasio CT jika digunakan |
| Trip setelah kehilangan fase atau ketidakseimbangan | Masalah suplai atau kondisi kehilangan fase | Tegangan fase, keseimbangan arus fase, kondisi sekering/pemutus arus hulu |
| Trip tetapi kontaktor tidak terputus | Kontak beban lebih NC tidak terhubung dengan benar | Kontak 95-96 dipasang seri dengan sirkuit koil, kontinuitas pengabelan |
Catatan lapangan: ketika motor mengalami trip saat penyalaan, mengganti relai beban lebih (overload relay) Kelas 10 dengan Kelas 20 mungkin dapat mengatasi trip yang tidak diinginkan hanya jika motor dan starter dirancang untuk durasi start yang lebih lama. Pemeriksaan yang lebih baik adalah dengan mengukur arus start aktual, waktu akselerasi, tegangan fase, penurunan tegangan kabel, dan beban mekanis sebelum mengubah kelas trip.
Kesalahan Umum dalam Pemilihan dan Pengabelan
Kesalahan 1: Menganggap relai beban lebih sebagai proteksi hubung singkat
Relai beban lebih melindungi terhadap beban lebih termal yang berkelanjutan. Relai ini tidak dapat memutus arus hubung singkat yang tinggi dengan aman secara mandiri.
Kesalahan 2: Mengatur arus terlalu tinggi untuk menghindari trip yang tidak diinginkan
Meningkatkan pengaturan dapat menyembunyikan beban lebih yang sebenarnya dan membuat motor tidak terlindungi dengan baik. Periksa terlebih dahulu beban mekanis, tegangan, waktu start, dan kelas trip.
Kesalahan 3: Mengabaikan arus pada pelat nama (nameplate) motor
Relai beban lebih (overload relay) harus diatur sesuai dengan pelat nama motor dan aturan desain yang berlaku, bukan hanya diperkirakan dari tenaga kuda (horsepower) motor saja.
Kesalahan 4: Menggunakan reset otomatis pada mesin yang tidak aman
Penyalaan ulang otomatis setelah pendinginan bisa berbahaya. Reset manual sering kali lebih disukai jika gerakan yang tidak terduga dapat menimbulkan bahaya.
Kesalahan 5: Melupakan kontak NC beban lebih
Jika kontak trip NC tidak dipasang secara seri dengan koil kontaktor, relai beban lebih mungkin akan trip secara mekanis tetapi gagal menghentikan starter motor sebagaimana mestinya.
PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN
Apa itu relai beban lebih termal (thermal overload relay)?
Relai beban lebih termal adalah perangkat pelindung motor yang akan trip ketika arus motor tetap berada di atas pengaturan cukup lama hingga menimbulkan risiko panas berlebih. Perangkat ini digunakan bersama kontaktor pada banyak starter motor.
Apa fungsi relai beban lebih?
Alat ini memantau arus motor dan membuka kontak kontrol saat motor mengalami kelebihan beban (overload). Hal ini akan memutus aliran listrik ke koil kontaktor dan menghentikan motor.
Apakah thermal overload relay memberikan perlindungan terhadap hubungan arus pendek (korsleting)?
Tidak. Thermal overload relay bukanlah perangkat pelindung hubungan arus pendek. Gunakan sekering, pemutus arus (breaker), atau MPCB yang sesuai untuk perlindungan hubungan arus pendek.
Apa fungsi dari kontak overload?
Kontak overload akan berubah status saat thermal overload relay trip. Kontak normally closed (NC) biasanya digunakan untuk memutus sirkuit koil kontaktor, sedangkan kontak normally open (NO) dapat digunakan untuk alarm atau sinyal ke PLC.
Apa itu thermal relay?
Thermal relay adalah sebutan lain yang umum untuk thermal overload relay. Dalam kontrol motor, istilah ini biasanya merujuk pada perangkat yang trip berdasarkan panas yang dihasilkan oleh arus yang mengalir secara terus-menerus.
Apa itu perlindungan thermal overload?
Perlindungan beban lebih termal mencegah motor atau peralatan beroperasi terlalu lama di bawah arus berlebih. Perlindungan ini memiliki penundaan waktu karena kerusakan akibat panas bergantung pada arus dan waktu.
Apa itu relai beban lebih termal tipe paduan leleh (melting alloy)?
Ini adalah relai beban lebih yang menggunakan mekanisme paduan terkalibrasi yang berubah kondisinya saat dipanaskan oleh arus beban lebih. Aksi termal ini akan memutuskan (trip) relai.
Apa yang dilindungi oleh relai beban lebih termal dalam sirkuit motor?
Relai ini terutama melindungi motor dari panas berlebih yang disebabkan oleh arus beban lebih yang berkelanjutan. Relai ini tidak menggantikan perlindungan hubung singkat, gangguan tanah, atau arus sisa.
Apakah perangkat perlindungan motor bawaan (inherent) terpasang di dalam motor?
Ya. Perangkat perlindungan motor bawaan terpasang di dalam motor, seperti sensor termal atau pelindung. Perilaku reset-nya bergantung pada desain perangkat, jadi jangan berasumsi bahwa setiap motor memiliki cara reset yang sama.
Sumber Daya VIOX Terkait
Kesimpulan
Relai beban lebih termal adalah perangkat perlindungan motor inti. Relai ini memantau arus beban lebih yang berkelanjutan, memutuskan sirkuit dengan perilaku penundaan waktu yang mencerminkan pemanasan motor, dan membuka sirkuit kontrol kontaktor untuk menghentikan motor.
Untuk pemilihan yang tepat, sesuaikan relai dengan arus beban penuh motor, kelas trip, rangka kontaktor, mode reset, persyaratan kehilangan fase, kontak bantu, dan perlindungan hubung singkat di sisi hulu. Desain starter motor terbaik memperlakukan relai beban lebih termal sebagai satu bagian dari sistem perlindungan terkoordinasi, bukan sebagai solusi tunggal untuk setiap gangguan motor.


