Relai SPDT vs DPDT: Jawaban Langsung
SPDT dan DPDT mendeskripsikan konfigurasi kontak relai, bukan fungsi pewaktuan. Relai SPDT memiliki satu terminal umum yang berpindah di antara kontak normally open dan normally closed. Relai DPDT memiliki dua set kontak SPDT yang dioperasikan bersamaan, memungkinkan dua sirkuit terpisah untuk berpindah pada saat yang sama.
Menggunakan SPDT ketika satu sirkuit memerlukan kontak pengalih (changeover). Gunakan DPDT ketika dua sirkuit harus berpindah bersamaan, ketika dua output terisolasi diperlukan, atau ketika sirkuit memerlukan pembalikan polaritas atau kontrol ganda.
Pada relai waktu, SPDT atau DPDT mendeskripsikan susunan kontak output. Fungsi pewaktuan menentukan kapan kontak mengubah status; SPDT atau DPDT menentukan berapa banyak sirkuit dialihkan.
Untuk evaluasi produk, lihat VIOX produk relai waktu.
Arti SPDT dan DPDT
| Istilah | Formulir Lengkap | Apa Artinya |
|---|---|---|
| SPST | Single Pole Single Throw (Kutub Tunggal Lemparan Tunggal) | Satu sirkuit, kontak ON/OFF sederhana |
| SPDT | Single Pole Double Throw (Kutub Tunggal Lemparan Ganda) | Satu terminal umum beralih di antara kontak NO dan NC |
| DPST | Kutub Ganda Lemparan Tunggal | Dua sirkuit dinyalakan/dimatikan secara bersamaan |
| DPDT | Kutub Ganda Lemparan Ganda | Dua set kontak SPDT yang dioperasikan bersamaan |
Huruf-huruf tersebut mendeskripsikan struktur kontak:
- Tiang berarti jumlah sirkuit independen yang dikendalikan.
- Lemparan (Throw) berarti jumlah posisi keluaran yang dapat dihubungkan oleh setiap kutub.
- Kutub Tunggal mengendalikan satu sirkuit.
- Kutub Ganda mengendalikan dua sirkuit.
- Lemparan Ganda berarti setiap kutub dapat berpindah di antara dua keluaran.
Jadi, relai SPDT mengendalikan satu sirkuit dengan dua kemungkinan keluaran. Relai DPDT mengendalikan dua sirkuit, dan setiap sirkuit memiliki dua kemungkinan keluaran.
Tabel Perbandingan SPDT vs DPDT
| Fitur | Relai SPDT | Relai DPDT |
|---|---|---|
| Bentuk lengkap | Single Pole Double Throw (Kutub Tunggal Lemparan Ganda) | Kutub Ganda Lemparan Ganda |
| Set kontak | Satu kontak changeover | Dua kontak changeover |
| Terminal tipikal | COM, NO, NC | COM1, NO1, NC1, COM2, NO2, NC2 |
| Sirkuit yang dikendalikan | Satu sirkuit | Dua sirkuit independen |
| Aksi kontak | Satu common beralih antara NO dan NC | Dua common beralih antara dua set NO/NC secara bersamaan |
| Isolasi listrik | Satu sirkuit yang dialihkan | Dua sirkuit terisolasi jika dikabelkan secara terpisah |
| Penggunaan umum | Pemilihan NO/NC, kontak alarm, penundaan kipas, pensinyalan sakelar | Pembalikan polaritas, kontrol sirkuit ganda, interlock, output terisolasi |
| Penggunaan relai waktu | Satu kontak output berwaktu | Dua set kontak output berwaktu |

Untuk output pewaktuan sederhana, SPDT seringkali sudah cukup. Untuk dua sirkuit terkontrol, isolasi sinyal, atau pembalikan polaritas, DPDT biasanya lebih cocok.
Apa itu Relai SPDT?
Relai SPDT memiliki satu kutub dan dua lemparan. Relai ini memiliki tiga terminal kontak keluaran:
- COM: terminal umum
- TIDAK: kontak normal terbuka (normally open)
- NC: kontak normal tertutup (normally closed)
Saat relai tidak diberi energi, COM terhubung ke NC. Saat relai diberi energi, COM berpindah dan terhubung ke NO.
Itulah sebabnya SPDT juga disebut sebagai kontak pengalih (changeover contact) atau Kontak Form C dalam banyak lembar data relai.
Logika Kontak SPDT
Tidak diberi daya (De-energized): COM -> NC
Relai waktu SPDT menggunakan logika kontak yang sama, tetapi kontak berubah status setelah penundaan waktu, interval, siklus berulang, atau fungsi pengaturan waktu lainnya.
Apa itu Relai DPDT?
Relai DPDT seperti dua relai SPDT yang dioperasikan oleh satu koil atau mekanisme pewaktu. Relai ini biasanya memiliki enam terminal kontak keluaran:
- COM1, NO1, NC1 untuk kutub 1
- COM2, NO2, NC2 untuk kutub 2
Kedua kutub berpindah pada saat yang sama, namun kedua sirkuit dapat tetap terpisah secara elektrik.
Logika Kontak DPDT
Kutub 1 tidak diberi energi: COM1 -> NC1
Hal ini membuat DPDT berguna ketika dua sinyal, dua tingkat tegangan, atau dua jalur sirkuit harus berubah secara bersamaan.
Simbol Skematik SPDT vs DPDT
Bagi insinyur yang mencari Simbol skematik relai DPDT atau Simbol relai SPDT, simbol harus menunjukkan jumlah kutub (poles) dan lemparan (throws) dengan jelas.
| Fitur Simbol | SPDT | DPDT |
|---|---|---|
| Jumlah kontak bergerak | Satu | Dua |
| Jumlah terminal umum (commons) | Satu COM | Dua common |
| Jumlah throw output | NO dan NC | NO1/NC1 dan NO2/NC2 |
| Tampilan gambar | Satu kontak changeover | Dua kontak changeover yang terhubung secara mekanis |
| Label common | COM, NO, NC | COM1, NO1, NC1, COM2, NO2, NC2 |

Dalam gambar skematik, simbol DPDT harus menunjukkan dua set kontak SPDT yang terhubung secara mekanis. Jangan menggambar DPDT sebagai dua relai yang tidak berhubungan kecuali jika kedua kutub tersebut memang dioperasikan secara independen.
Konsep Pengabelan SPDT vs DPDT
Jangan memulai pengabelan hanya berdasarkan nama relai. Mulailah dari fungsi kontaknya.
Konsep Pengabelan SPDT
Gunakan SPDT ketika satu input perlu memilih di antara dua output.
Contoh umum:
- satu sinyal alarm berubah dari normal menjadi gangguan (fault)
- satu output kipas menyala setelah jeda waktu (delay)
- satu sinyal kontrol beralih antara logika otomatis dan manual
- satu lampu, bel, atau sinyal bantu berubah status
Konsep Pengabelan DPDT
Gunakan DPDT jika dua set kontak harus berubah secara bersamaan.
Contoh umum:
- mengalihkan dua sinyal kontrol independen
- membalik polaritas DC dalam sirkuit kontrol daya rendah
- memisahkan dua sistem tegangan saat menggunakan satu sinyal pewaktu
- menyediakan satu kontak untuk kontrol beban dan satu lagi untuk umpan balik
- memutus saluran fase dan netral jika rating perangkat dan peraturan setempat mengizinkannya

Selalu periksa lembar data relai sebelum menghubungkan tegangan yang berbeda pada kutub yang terpisah. Jarak kontak, rating isolasi, tata letak terminal, dan kondisi persetujuan menentukan apa yang diperbolehkan.
Aplikasi Relai Waktu SPDT vs DPDT
SPDT dan DPDT sangat umum digunakan pada relai waktu karena fungsi pewaktuan sering kali memerlukan kontak output relai.
Aplikasi Relai Waktu SPDT
Output SPDT sering kali cukup untuk:
- kontrol kipas on-delay
- penundaan start pompa
- output penundaan alarm
- penundaan pencahayaan
- kontrol bantu motor sederhana
- logika run-on kipas HVAC
Aplikasi Relai Waktu DPDT
output DPDT berguna ketika satu peristiwa pewaktuan harus mengontrol dua output secara bersamaan.
Contohnya meliputi:
- satu kontak berwaktu untuk kontrol beban dan satu untuk umpan balik status
- dua sirkuit kontrol terisolasi yang dipicu oleh satu penundaan
- logika interlock maju/mundur pada sirkuit kontrol daya rendah
- alarm cadangan dan output kontrol secara bersamaan
- memisahkan umpan balik input PLC dari sirkuit kontrol lapangan

Untuk pemilihan relai pengatur waktu, lihat Bagaimana Memilih Relai Pengatur Waktu yang Tepat.
SPST vs SPDT vs DPDT
Banyak pengguna yang mencari SPDT dan DPDT juga membutuhkan jenis kontak pendukung lainnya.
| Jenis Kontak | Formulir Lengkap | Jumlah Terminal | Fungsi |
|---|---|---|---|
| SPST | Single Pole Single Throw (Kutub Tunggal Lemparan Tunggal) | 2 | Satu sirkuit, ON/OFF sederhana |
| SPDT | Single Pole Double Throw (Kutub Tunggal Lemparan Ganda) | 3 | Satu sirkuit beralih antara NO dan NC |
| DPST | Kutub Ganda Lemparan Tunggal | 4 | Dua sirkuit menyala/mati (ON/OFF) secara bersamaan |
| DPDT | Kutub Ganda Lemparan Ganda | 6 | Dua set kontak SPDT beralih secara bersamaan |
Jika Anda hanya memerlukan ON/OFF, SPST mungkin sudah cukup. Jika Anda memerlukan kontak pengalih (changeover), gunakan SPDT. Jika dua kontak pengalih harus beroperasi bersamaan, gunakan DPDT.
Cara Memilih SPDT atau DPDT
| Situasi | Pilihan Lebih Baik | Alasan |
|---|---|---|
| Satu sirkuit memerlukan peralihan NO/NC | SPDT | Kontak pengalih (changeover) sederhana |
| Dua sirkuit independen harus beralih secara bersamaan | DPDT | Dua set kontak beroperasi secara bersamaan |
| Satu sinyal pewaktu mengendalikan satu beban | SPDT | Terminal lebih sedikit dan pengabelan lebih sederhana |
| Satu sinyal pewaktu mengendalikan beban dan umpan balik | DPDT | Satu kutub dapat mengendalikan beban, kutub lainnya dapat memberi sinyal status |
| Pembalikan polaritas diperlukan dalam sirkuit kontrol daya rendah | DPDT | Dua kutub dapat membalikkan jalur koneksi |
| Ruang panel dan biaya sangat krusial | SPDT | Biasanya lebih kecil dan lebih sederhana |
| Ekspansi di masa mendatang mungkin memerlukan set kontak kedua | DPDT | Kutub tambahan mungkin berguna jika didukung oleh desain |
Jangan memilih DPDT hanya karena terlihat lebih fleksibel. Lebih banyak kontak juga berarti lebih banyak terminal, lebih banyak pengabelan, lebih banyak ruang, dan lebih banyak kemungkinan kesalahan pemasangan kabel pada sirkuit.
Kesalahan Umum
Kesalahan 1: Menganggap SPDT dan DPDT Menjelaskan Pengaturan Waktu (Timing)
SPDT dan DPDT menjelaskan susunan kontak. Keduanya tidak memberi tahu Anda apakah relai tersebut on-delay, off-delay, interval, star-delta, atau siklus berulang.
Kesalahan 2: Menganggap Peringkat Kontak bersifat Universal
Kontak relai yang diberi peringkat untuk beban resistif mungkin memerlukan penurunan peringkat (derating) untuk beban induktif seperti koil kontaktor, solenoida, dan motor kecil. Periksa kategori peringkat kontak AC-1, AC-15, DC-13, atau kategori lainnya jika tersedia.
Kesalahan 3: Menggunakan Satu Relai DPDT sebagai Dua Relai yang Tidak Saling Berkaitan
Kedua kutub pada relai DPDT beroperasi secara bersamaan. Keduanya tidak memiliki pengaturan waktu yang independen kecuali perangkat tersebut memiliki mekanisme terpisah atau keluaran terpisah.
Kesalahan 4: Mengabaikan Batas Isolasi
Dua kutub DPDT dapat mengendalikan sirkuit yang terpisah, namun perbedaan tegangan, peringkat isolasi, jarak antar terminal, dan aturan keselamatan harus tetap diperiksa.
Kesalahan 5: Tertukar antara Terminal Kontak Relai dengan Terminal Koil
COM, NO, dan NC adalah terminal kontak keluaran. Terminal koil seperti A1/A2 atau terminal masukan berfungsi untuk memberi daya atau memicu relai. Mencampuradukkan keduanya adalah kesalahan pengabelan yang umum terjadi.
Kesalahan 6: Mengasumsikan DPDT Selalu Lebih Baik daripada SPDT
DPDT hanya lebih baik jika Anda memerlukan dua set kontak sakelar. Untuk keluaran dengan pengaturan waktu tunggal, SPDT lebih sederhana dan lebih mudah untuk diperbaiki.
PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN
Apa arti SPDT pada relai?
SPDT berarti Single Pole Double Throw. Komponen ini memiliki satu terminal umum yang berpindah antara kontak normally open dan normally closed.
Apa arti DPDT pada relai?
DPDT berarti Double Pole Double Throw. Komponen ini memiliki dua set kontak SPDT yang dioperasikan bersamaan, biasanya dengan enam terminal kontak.
Apa perbedaan antara relai SPDT dan DPDT?
Relai SPDT mengalihkan satu sirkuit di antara dua output. Relai DPDT mengalihkan dua sirkuit independen di antara dua posisi output secara bersamaan.
Apakah DPDT hanyalah dua relai SPDT?
Secara fungsional, relai DPDT berperilaku seperti dua set kontak SPDT yang dioperasikan bersamaan oleh satu koil atau mekanisme. Kedua kutub tidak dikendalikan secara independen kecuali perangkat dirancang khusus dengan cara tersebut.
Bisakah saya menggunakan relai DPDT sebagai pengganti SPDT?
Ya, jika rating kontak, tegangan koil, rating isolasi, dan tata letak terminal sesuai dengan aplikasi. Anda dapat menggunakan satu kutub dari relai DPDT dan membiarkan yang lain tidak terpakai, namun hal ini mungkin lebih mahal dan memakan lebih banyak ruang.
Seperti apa simbol skematik relai DPDT?
Simbol relai DPDT menunjukkan dua set kontak pengubah (changeover) yang terhubung secara mekanis. Setiap kutub memiliki kontak common, normally open (NO), dan normally closed (NC).
Apa perbedaan antara SPST, SPDT, dan DPDT?
SPST adalah sakelar ON/OFF sederhana untuk satu sirkuit. SPDT adalah satu sirkuit yang berpindah di antara dua output. DPDT adalah dua set kontak SPDT yang dioperasikan secara bersamaan.
Apakah SPDT sama dengan kontak pengubah (changeover contact)?
Ya, SPDT umumnya disebut sebagai kontak pengubah karena terminal common berpindah dari NC ke NO saat relai beroperasi.
Apa arti relai SPDT 12V?
Ini biasanya berarti koil relai memiliki rating 12V, sedangkan susunan kontaknya adalah SPDT. Tegangan koil dan rating kontak adalah spesifikasi yang terpisah dan keduanya harus diperiksa.
Saran Akhir
SPDT dan DPDT bukanlah fungsi pewaktuan. Keduanya adalah susunan kontak.
Gunakan SPDT jika satu sirkuit memerlukan kontak pengalih (changeover). Gunakan DPDT jika dua set kontak harus beralih secara bersamaan, jika diperlukan output yang terisolasi, atau jika sirkuit kontrol memerlukan pembalikan polaritas atau pensaklaran ganda.
Untuk relai waktu, pilih terlebih dahulu fungsi pewaktuan, kemudian pilih susunan kontak output. Pemilihan relai timer yang tepat memerlukan keduanya: mode pewaktuan yang benar dan konfigurasi kontak yang benar.